Red Hat Merilis Versi Terbaru Red Hat OpenShift 4.7 yang Dirancang Mengefisienkan Modernisasi Aplikasi

Saintek » M. Ramdani | 31/03/2021 08:26:00 WIB

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terdepan di dunia, mengumumkan Red Hat OpenShift 4.7, versi terbaru platform Kubernetes kelas enterprise yang terdepan dalam industri.

Dirancang untuk menyederhanakan dan mengakselerasi modernisasi aplikasi, versi terbaru Red Hat OpenShift ini berbasis Kubernetes 1.20 dan membantu menghilangkan ketegangan dalam tim IT saat mereka ingin mengintegrasikan aplikasi tradisional dengan aplikasi berbasis cloud.

Ashesh Badani, senior vice president, Cloud Platforms, Red Hat mengatakan, Red Hat memahami bahwa memodernisasi aplikasi memberikan peluang besar bagi perusahaan, namun juga menambah tekanan kepada tim IT yang sudah berada di bawah tekanan.

Red Hat OpenShift 4.7 memiliki fitur-fitur yang membantu perusahaan melakukan modernisasi secara bertahap, dengan jadwal yang paling sesuai dengan mereka, tanpa mengganggu layanan yang sudah ada.

“Selain itu, dengan menjembatani aplikasi modern dan tradisional, Red Hat OpenShift bisa menyediakan operasi yang konsisten dan pengalaman manajemen di semua aplikasi, dimanapun mereka berada atau apapun infrastruktur dasarnya,” ujar Ashesh Badani.

Semua kemampuan baru ini dikembangkan di platform konsisten yang disediakan Red Hat OpenShift di open hybrid cloud. Baik untuk menjawab ancaman persaingan, mengembangkan penawaran bisnis, atau memenuhi ekspektasi pelanggan, penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi modernisasi aplikasi.

Menurut IDC, “Penyedia layanan modernisasi aplikasi harus memahami cara organisasi memprioritaskan modernisasi sebagai inisiatif portofolio aplikasi mereka, serta mengetahui cara organisasi melakukan pendekatan ke berbagai taktik modernisasi untuk aplikasinya.”

Red Hat tahu bahwa beberapa perusahaan memiliki kesempatan untuk menyingkirkan investasi IT yang sudah ada tanpa harus menghadapi gangguan besar dan tidak ada satu strategi yang persis sama untuk semua perusahaan dalam memodernisasi aplikasi mereka.

Red Hat OpenShift menyediakan kemampuan modernisasi aplikasi dan migrasi yang beragam untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan secara spesifik. Rilis terbaru ini merupakan perluasan tools modernisasi untuk memindahkan aplikasi lama ke arsitektur berbasis microservices yang baru, dan mendorong konsistensi manajemen di semua aplikasi demi meraih efisiensi operasional tanpa memperlambat inovasi.

Memindahkan beban kerja tradisional ke Kubernetes

Red Hat OpenShift 4.7 disertai dengan versi terbaru OpenShift Virtualization. OpenShift Virtualization pertama kali dirilis Juli 2020 dan didesain untuk membantu berbagai organisasi menyingkirkan penghalang aplikasi antara infrastruktur tradisional dan cloud-native, serta memperbesar kendali di sumber daya yang sudah terdistribusi. Fitur dan perangkat tambahan baru tersebut diantaranya adalah:

Sebagai tambahan, Red Hat OpenShift 4.7 memperluas dukungan Windows Containers yang pertama kali diumumkan akhir 2020. Selain dukungan untuk Windows Containers di Amazon Web Services (AWS) dan Azure, OpenShift juga akan segera melakukan hal yang sama untuk Windows Containers di vSphere (diharapkan tersedia bulan depan) menggunakan Installer Provided Infrastructure (IPI).

Ini memberikan jalan bagi organisasi untuk memindahkan Windows Containers ke Red Hat OpenShift, terlepas dari lokasi mereka dan tanpa harus membuat lagi, atau menulis kembali kode baru.

Memudahkan dan menyederhanakan migrasi dalam skala besar

Migration Toolkit for Virtualization, yang akan segera tersedia sebagai pratinjau teknologi, menyederhanakan migrasi mesin virtual dalam skala besar ke Red Hat OpenShift Virtualization. Dengan melakukan hal ini, pengembang bisa dengan lebih mudah mengakses mesin virtual lama saat mengembangkan aplikasi cloud-native yang baru.

Migration Toolkit for Virtualization bisa dengan cepat digelar di lingkungan OpenShift, dengan memanfaatkan Operator yang mudah digunakan dan tersedia di OperatorHub. Migrasi dijalankan dengan beberapa langkah mudah, pertama dengan menyediakan sumber dan kredensial destinasi, kemudian memetakan sumber dan infrastruktur destinasi, membuat rencana dan akhirnya mengeksekusi upaya migrasi tersebut.

Migration Toolkit for Virtualization secara umum akan tersedia tahun ini dan akan memiliki kemampuan yang telah ditingkatkan untuk semakin mengurangi downtime, menghilangkan risiko dan mengoptimalkan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Fitur-fitur tersebut akan menyertakan pemeriksaan pra migrasi untuk mendeteksi potensi masalah kompatibilitas, meningkatkan fungsi menyalin data, dan kemampuan otomasi yang semakin mendalam, sehingga mengurangi banyak pekerjaan manual selama migrasi. 

Lebih cepat, lebih aman, pengembangan yang bisa ditingkatkan

Red Hat OpenShift 4.7 juga memperkenalkan pratinjau teknologi OpenShift GitOps, yang memberikan kerangka kerja bagi perusahaan untuk mulai mengeksekusi GitOps. Berbasis Argo CD, OpenShift GitOps menyediakan pengiriman deklaratif dan berkelanjutan ke OpenShift dengan mengintegrasikan alat CI/CD termasuk OpenShift Pipelines dengan repositori kode GitHub dan GitLab untuk memutakhirkan operasi melalui alur kerja Git.

Dengan menyediakan infrastruktur sebagai kode dari gagasan hingga ke produksi, OpenShift GitOps memungkinkan perusahaan mengelola, mengamankan dan memutakhirkan aplikasi melalui Git, sehingga meningkatkan time to market, dan memudahkan update dan keamanan.

Ketersediaan

Red Hat OpenShift 4.7 tersedia untuk umum.

(rr)

Artikel Terkait :

Share : Twitter | Facebook

Kirim Komentar